Kamis, 22 April 2010 13:09 WIB
Jakarta, (tvOne)
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menargetkan, untuk berhenti mengimpor bahan bakar minyak (BBM) mulai 2015 dengan memaksimalkan pasokan dari kilang-kilangnya di dalam negeri. "Kami menargetkan pada 2015 tidak mengimpor lagi BBM. Semua sudah dipasok dari dalam negeri," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (22/4).
Karen Setiawan menjelaskan, kapasitas produksi BBM yang saat ini sekitar 1,031 juta barel per hari (bph) akan dinaikkan menjadi 1,5 juta bph pada 2015. Ia menyebutkan, tambahan pasokan akan didapatkan dari kilang BBM di Dumai sebanyak 80.000 bph, 200.000 bph dari Balongan, dan 150.000 bph lainnya dari kilang di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Selain itu, Pertamina juga menargetkan kenaikan produksi migas sebanyak satu juta barel oil equivalent per day (boepd). Dari target itu, sebanyak 677 ribu boepd dihasilkan dari lapangan yang dikelola anak usahanya yaitu Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi dan Cepu. "Sedangkan sisanya 333 boepd akan didapat dari akuisisi perusahaan maupun share dari usaha hulu," ujarnya.
Selain meningkatkan target produksinya, Pertamina juga akan meningkatkan kepemilikan SPBU-nya. "SPBU yang dimiliki Pertamina sedikit sekali. Kami targetkan pada 2015 sebanyak 25 persennya akan dimiliki oleh Pertamina," ujarnya. (Ant)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar