VIVAnews - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana
Migas) merekomendasikan kepada pemerintah untuk menaikkan harga
bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dibanding kebijakan pembatasan
konsumsi.
"Lebih baik dilakukan saja kenaikan harga BBM bersubsidi," kata Ketua
Hiswana Migas Eri Purnomo Hadi ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta
Jumat 7 Mei 2010.
Menurut dia, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi memerlukan tenaga, biaya, waktu, dan usaha yang tidak mudah. Selain itu, kebijakan tersebut memerlukan infrastruktur yang memadai serta pengawasan dan peraturan yang jelas.
"Masyarakat juga harus diberikan sosialisasi secara komprehensif," ujar dia.
Dia menjelaskan, jika pemerintah menaikkan harga BBM, justru usaha yang harus dilakukan sedikit, tetapi hasil yang diperoleh lebih banyak. Energi juga tidak habis terbuang percuma hanya untuk mengawasi pelaksanaan pembatasan, sedangkan hasilnya hanya sedikit.
"Jadi, dari sisi cost dan benefit-nya, pembatasan itu suatu pekerjaan
mubazir," ujarnya.
Dia lalu mencontohkan jika harga BBM bersubsidi dinaikkan Rp 1.000 per liter, pemerintah sudah dapat melakukan penghematan subsidi Rp 30 triliun. (hs)
Jumat, 07 Mei 2010
Hiswana Usul Harga BBM Dinaikkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar